Temu Alumni Perdana, Rumah Amal Salman Rajut Silaturahmi Lintas Generasi

By Marchiana

28/04/2025

(Rumah Amal Salman, Bandung) – Sahabat Amal, Rumah Amal Salman menggelar kegiatan Temu Alumni Beasiswa secara perdana pada Minggu, 27 April 2025, bertepatan dengan agenda Halal bihalal Masjid Salman ITB 1446 H. Acara ini menjadi ruang temu lintas generasi bagi para penerima manfaat berbagai program beasiswa yang pernah digulirkan Rumah Amal Salman.

Deretan alumni yang hadir berasal dari beragam angkatan dan program, mulai dari Beasiswa Teladan Negeri, Beasiswa Perintis, Beasiswa Imam Muda Salman, Beasiswa Aktivis Salman, hingga Penggerak Muda Nusantara. Hadir pula para alumnus dari beasiswa generasi awal seperti Beasiswa Pelopor dan Beasiswa Kalam Salman, dua program yang menjadi fondasi pembinaan kaderisasi Masjid Salman sejak lebih dari satu dekade lalu.

Kegiatan Temu Alumni ini dikemas dalam suasana penuh kekeluargaan. Para peserta diajak mengenang momen-momen berkesan selama menjadi penerima beasiswa, serta berbagi cerita perjalanan hidup setelahnya. Beberapa perwakilan alumni turut berbagi kesan dalam sesi sharing, di antaranya Agis Nurholis (Beasiswa Pelopor 2010), Muhammad Kamal Muzakki (Beasiswa Kalam 2011), Alif Muhammad Shalih (Beasiswa Teladan Negeri 2019), Ari Saldi (Beasiswa Aktivis 2018), Aziz Taqiyyuddin (Beasiswa Imam Muda Salman 2022), dan Lulu Azzahra (Penggerak Muda Nusantara 2024).

“Temu alumni ini bukan hanya soal nostalgia, tapi soal memulai kembali ikatan nilai-nilai yang telah kita terima. Kita perlu membangun warisan kebermanfaatan yang lebih luas,” ujar Agis Nurholis dalam testimoni yang ia sampaikan. Agis, juga sempat terlibat langsung dalam manajemen Rumah Amal Salman dan juga turut menggagas pengelolaan beasiswa termasuk konsep awal temu alumni ini.

Ia menekankan, titik fokus para alumni seharusnya tidak lagi semata pada capaian pribadi. “Kita sudah melewati fase itu. Kini saatnya menciptakan legacy kebaikan,” kata Agis.

Sementara itu, Alif Muhammad Shalih mengaku acara ini seperti “pulang ke rumah kedua.” Ia mengenang masa-masa saat aktif sebagai peserta hingga fasilitator dalam program Beasiswa Teladan Negeri. “Yang paling berkesan itu saat pembinaan sambil jalan-jalan. Saya basic-nya santri, jadi kegiatan yang kontekstual seperti itu sangat membuka pola pikir saya,” ujarnya. Menurut Alif, beasiswa ini telah membentuk pola pikir bertumbuh (growth mindset) yang membantunya menjadi pribadi yang lebih adaptif dan berdaya guna.

Selain sesi diskusi dan berbagi cerita, acara juga dimeriahkan dengan penampilan musik, permainan interaktif, dan pembagian doorprize bagi para peserta.

Kegiatan Temu Alumni ini digadang-gadang akan menjadi agenda rutin sebagai bagian dari upaya Rumah Amal Salman membangun jejaring dan kontribusi alumni, sekaligus merawat semangat keberlanjutan program-program pemberdayaan pemuda yang berkarakter. ***

untuk donasi program pendidikan KLIK DISINI!

Bagikan :

Bagikan

Berita Lainnya