(Rumah Amal Salman, Bandung) - Sahabat Amal, ibu mana yang tidak ingin membahagiakan anaknya? Setiap ibu ingin memberikan hal yang terbaik kepada anaknya. Sesederhana membelikan jajanan di minimarket atau mengajak jalan-jalan ke taman, bisa jadi ibu sudah merasa bahagia. Tidak kalah penting dengan peran ibu, tentu ayah juga ingin memberikan hal yang berkesan kepada anak-anaknya. Namun, terkadang semua keinginan tersebut pupus seiring kondisi ekonomi yang kurang mendukung.
Pada Jumat, 3 Juni 2022 lalu sebuah keluarga mengunjungi Rumah Amal Salman. Hendak meminta bantuan untuk anaknya yang baru berusia 10 hari. Keluarga yang berlatarbelakang pemulung ini mengadukan kisah sedihnya kepada Rumah Amal Salman. Katanya, anaknya hanya memiliki 3 pasang pakaian saja. Sedang bayi yang sering buang air, gumoh, dan lain sebagainya mana mungkin hanya cukup dengan 3 pasang pakaian saja.
Rumah Amal Salman juga melihat, bayi merah tersebut bahkan tidak diselimuti sebab memang tidak punya. Ibunya bercerita, seringkali anaknya kedinginan sementara baju yang sedang dicuci belum kunjung kering. Ayahnya yang sebagai seorang pemulung hanya berpenghasilan 50 dalam sehari. Uang tersebut digunakan untuk menghidupi ke empat anak dan istrinya.
Sehari-hari, istri dan anak tinggal di sebuah kontrakan kecil di Padalarang, sedang ayah memungut rongsokan-rongsokan di sekitar Masjid Salman ITB. Biaya kontrakan dalam sebulan Rp 450.000. Anak-anaknya pun masih sangat kecil -kecil. Dengan penghasilan suami yang tidak menentu, seringkali kebutuhan sehari-hari saja tidak terpenuhi. Ayah juga begitu, di Bandung bahkan ia hanya tidur di dalam gerobak. Namun hal tersebut tidak membuatnya patah semangat, ia tetap berjuang mencari nafkah, sebab anak dan istrinya sangat mengharapkannya di rumah.
Bila dirunut, sungguh pilu mendengar kisah keluarga ini. Belum lagi kondisi ibu yang terlihat masih tertatih-tatih sebab memang baru saja selesai dari lahiran. Setelah itu, Rumah Amal Salman mengajak Ibu dan anak - anaknya berbelanja ke toko pakaian bayi. Rumah Amal memberikan seperangkat pakaian bayi juga selimut agar bayi bisa merasa nyaman. Tidak hanya itu, anak-anaknya lainnya juga dibelikan sepasang baju.
Dari kisah keluarga pemulung ini, tentunya kita patut bersyukur kepada Allah atas segala apapun yang telah Allah berikan. Tidak bermaksud membandingkan, namun tentu saja kondisi kita jauh lebih beruntung. Semoga saja Allah mencukupkan rezeki untuk hamba-hambanya sehingga cukup pula untuk beribadah. ***

