(Rumah Amal Salman, Bandung) - Sahabat Amal, ulama merupakan pewaris para Nabi. Mereka tidak mewariskan harta benda yang mudah hilang dan rusak, melainkan mewariskan agama allah SWT yang didasarkan pada ilmu, hikmah, pemahaman terhadap tanda-tanda kekuasaan-Nya, pembersih jiwa dan hubungan dengan Sang Khaliq serta penghias jiwa dan hubungan dengan Sang Khaliq serta penghias jiwa dengan akhlak mulia. Ulama juga bisa disebut dengan orang yang berilmu (Alim), maka tidak heran perilaku-perilaku ulama ini diwarisi dari beberapa Nabi terdahulu.
Contohnya, Nabi Nuh AS memiliki warisan berupa kesabarannya dalam menyampaikan risalah dan menghadapi godaan kaumnya yang tidak mau mengikuti jejaknya di jalan Allah SWT. Selain itu, Nabi Ibrahim AS mewarisi ulama berupa keberanian dan kesengajaannya menentang para musuh. Selain itu, tentu saja Nabi Muhammad yang mewarisi budi pekerti, kemurnian jiwa sera kelurusan agama yang dibawa.
Dari pengantar tersebut, setidaknya ada beberapa perangai dan etika yang harus melekat pada diri mereka yang berilmu di antaranya:
- Bergelut dengan ilmu, mencintainya dengan sangat, mencurahkan waktunya untuk menambah ilmu secara konstan.
- Mengamalkan ilmu yang dimiliki.
- Takut kepada Allah setiap kali bertambah ilmu dan pengetahuannya tentang keagungan Allah.
- Memandang rendah dunia dan kenikmatan-kenikmatan semua yang ada di dalamnya serta hiasan-hiasan dunia dan kesenangan –kesenangannya.
- Rendah hati terhadap hamba-hamba Allah, bersimpati terhadap orang-orang yang belajar, sayang terhadap mereka, tidak terburu-buru dalam mengajari mereka, menganggap mereka seperti anaknya sendiri yang membutuhkan bantuan, sabar dalam kebodohan.
- Ikhlas dalam mengajar dan memberikan ilmu kepada orang lain menuju dan mencari ridho Allah.
- Tetap memegang ilmu dan memperluas pemahamannya terhadap hal-hal yang sangat rumit, memperoleh intisari ilmu, mencapai batas ilmu.
- Harus bermurah hati, menjaga kewibawaan, perlahan-lahan (sabar) dan melapangkan dada, karena ilmu tidak akan terhiasi tanpa kemurahan hati dan akhlak yang mulia.
- Sabar dalam menghadapi sikap orang-orang bodoh, gangguan orang-orang yang iri hati, kebohongan para pendusta, dan permusuhan orang-orang yang membencinya.
- Memberikan ilmu kepada orang yang menjelaskan serta menjauhi sifat menyembunyikan ilmu dengan cara sombong terhadap orang yang mencarinya.
Demikianlah hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga anugerah ilmu. Semoga kita semua dipandaikan untuk menjaga ilmu. (Disarikan dari Buku Etika Muslim Sehari-hari)***

