(Rumah Amal Salman) -
PARADOX!!
Seorang pengusaha tambang yang cukup terkenal di Amerika tahun 80- an tidak pernah bisa tidur sehingga mengakibatkan banyak organ tubuhnya rusak. Semakin lama tubuh semakin rusak sehingga banyak obat dan pantangan jenis makanan yang dikonsumsi semakin banyak.
Diusia yang ke 57, ditengah pengobatan, beliau mulai banyak merenung. Kekayaan ia miliki namun kebahagian tidak didapatkan. Sampai suatu ketika ia mulai memikirkan orang lain. Ia memikirkan bagaimana bila kekayaannya itu dia gunakan untuk membahagiakan orang lain yang hidupnya kekurangan. Akhir cerita ini, olehTony Robin, mengutip cerita yang ada di buku Dale Carnegie bahwa hidup menjadi bahagia karena kita mampu membahagiakan orang lain
Kita yang saat ini berada di fase-fase awal dewasa, akan merasa teori ini begitu naif, tidak jujur, dan kamuflase. Tapi sejatinya, konsep ini adalah resep yang hukum alamnya berlakukan demikian
Semakin kita memikirkan kebagiaan diri kita, semakin absurb dan semakin depresi. Karena kita tidak pernah puas dengan apa yang telah kita capai dan kita ingin hal itu abadi dalam hidup kita. Kita berprasangka jika kita mencapai suatu titik tertentu maka kita akan bahagia. Mungkin kita bahagia namun seberapa lama bahagianya? Atau kita memang tidak merasa bahagia padahal dahulu mengira kita akan bahagia saat mencapai hal tersebut. Ini perlu ditopang, bagaimana spirit yang bagus ini diperuntukkan juga untuk kita membahagiakan orang lain. Karena saat melihat orang lain bahagia, kita akan dibahagiakan olehNya.
.
Ya Allah jadikanlah kami, Rumah Amal Salman menjadi wasilah kebahagiaan bagi umat manusia. Aamin ya rabbal 'alamin.
Referensi: How to Stop Worrying and Start Living (Dale Carnegie)

