(Rumah Amal Salman, Bandung) - Sejak hadirnya whatsapp, banyak sekali informasi dan pesan siaran langsung yang membuat kaburnya informasi. Akibatnya, pengguna gawai semakin kabur dalam mempercayai sebuah informasi yang disebar. Maraknya pesan ini membuat orang yang kurang dalam literasi media sosial membuat info hoax semakin bertebaran. Mulai dari info bencana dengan foto lawas yang berulang hingga info hoax lainnya yang disebar tanpa mengecek ulang kebenarannya.
Alih-alih penyebar pesan tersebut adalah orang yang dikenal atau ada dalam sebuah grup, kita mudah percaya akan hal itu. Padahal, banyak sekali pesan siaran yang hoaks hanya untuk menakuti saja. Lalu, bagaimana cara menangkal hoaks info bencana ini?
1. Berhenti di kamu
Ketika kamu melihat ada info bencana yang dibagikan di grup atau pesan pribadi, simpan dan bacalah untuk sendiri. Kalau memang kamu percaya, simpan dan cek kebenarannya sehingga tidak perlu dibagikan kepada teman-teman lain serta di status sekalipun.
2. Skeptis dan Kritis
Info bencana memang membuat kita sedih dan takut. Namun, kamu harus memiliki sikap yang kritis dan skeptis akan sesuatu. Coba cari tahu akan kebenarannya dengan mengecek di situs berita kredibel hingga media sosial resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, atau akun pejabat daerah setempat, ya!
3. Perhatikan Forwarded Message
Whatsapp memberikan ciri “forwarded message” dengan tanda panah yang double sehingga tanda itu membuat kita lebih hati-hati dalam menyebarkan pesan. Artinya, kita tahu bahwa pesan itu sudah dibagikan puluhan hingga ribuan kali. Itu berarti kita perlu memahami dan berhati-hati menyikapi pesan tersebut, barangkali hal tersebut adalah hoaks.
4. Bagikan yang Diperlukan
Tidak semua hal perlu dibagikan. Jika kamu adalah seseorang yang mengalami bencana atau berada di tempat bencana tersebut, maka bagikanlah jika itu perlu. Bagikan sebuah info atau pesan jika itu memang kamu yang membuatnya. Hindari hal-hal yang tidak perlu dan maksimalkan media sosial menjadi sarana berbagi kebaikan.
Setelah melihat tips ini, mari kita semakin berhati-hati dalam menyebarkan dan menerima pesan dari orang lain.

