Bosan Menjadi Orang Baik

By Marchiana

04/02/2024

(Rumah Amal Salman, Bandung) - Sahabat Amal, pernah berpikir ingin merasakan menjadi orang yang nakal? Bosan jadi orang yang baik terus menerus? Bosan jadi orang yang lurus-lurus saja? Tahu tidak kenapa? Karena ibadahnya kebanyakan. Tapi, hanya sesekali dilakukan.

Ibaratnya saat olahraga lari, harusnya berlari-lari kecil saja, hingga sampai ke tujuan. Tapi langsung digas di awal, akhirnya lemas dan sulit melanjutkan. Sehingga perasaan menyerah ingin lebih dulu dilakukan.

Seperti hal-nya ketika sa'i, berlari kecil saja sampai selesai rukunnya. Bisa juga ketika tawaf, gerakannya konsisten seperti itu saja. Tidak perlu tergesa-gesa agar cepat selesai. Allah Maha Tahu, manusia adalah makhluk yang cepat merasa bosan. Ketika bosan, bisa melakukan hal yang lebih mengerikan.

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (terus-menerus) walaupun sedikit.”(HR. Muslim no. 782)

Amalan sedikit tapi konsisten, akan lebih membentengi diri dari godaan setan.

”Jika syaithon melihatmu kontinu dalam melakukan amalan ketaatan, dia pun akan menjauhimu. Namun jika syaithon melihatmu beramal kemudian engkau meninggalkannya setelah itu, malah melakukannya sesekali saja, maka syaithon pun akan semakin tamak untuk menggodamu.”(Al Hasan Al Bashri, Al Mahjah fii Sayrid Duljah)
 

Jadi, jika sedang ingin menjadi orang yang nakal, berarti sedang kita berkawan dengan setan? Betul, maka yang harus dilakukan adalah:

”Setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.”(HR. Thobroni)
 

Sebosan-bosannya, semalas-malasnya, tetap jalankan apa yang Nabi sudah contohkan. Semoga Allah selalu menjaga kita dalam taat dan penuh rahmat. ***

Bagikan :

Bagikan

Berita Lainnya