Menu

Gayung Bersambut di Masjid Salman

oleh Nondi
Masjid “radikal” Salman ITB, Ahad 23 Juli 2017 penuh sesak membludak. Siang itu Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA, menyajikan tema akademis “Rahasia Menguasai Sains Ala Quran.” Sontak para mahasiswa, dosen, fans menyerbu Salman. Tak terkecuali aktivis mualaf Koko Rahmat dari Masjid Lautze. Hemat saya, ini momen bersejarah dalam kajian. Semoga Bapak Presiden memperhatikan. Jangan pula curigai para saintis bagai teroris.
Sebelumnya, ba’da shubuh di Masjid Ar-Rahman Kota Baru Parahyangan, ustadz Adi memberi bocoran, bahwa kajian di Salman akan mengerucut kepada terbentuknya ‘halaqah’ para cerdik-cendekia untuk mengungkap rahasia pengembangan sains dalam Quran. Ke depan, bukan mustahil dari negeri ini lahir produk-produk pengetahuan dan teknologi inovatif Qurani. Sebagaimana para ilmuwan muslim terdahulu yang leading di berbagai temuan. Mimpikah Ustadz Adi ?. No.
Empat hari sebelumnya, saya diundang Dr. Mufid Djoko Purwanto nemenin makan siang bersama Mas Muhaimin Iqbal. Hadir pula M Kamal Muzakki dari Rumah Amal Salman dan Arif Setiawan dari gerakan dakwah #satushaf
Muhaimin Iqbal, pemilik gerai dinar dan pendiri Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqin di Jonggol ini, adalah sosok inspiratif yang karya dan pemikirannya senantiasa bertolak dari tadabbur Quran. Kuttab Al-Fatih yang didirikannya bersama Ustadz Budi Ashari, dalam lima tahun sudah nyebar di 25 tempat.
Karya Muhaimin bukan hanya masjid yang ia bangun dari gedebog pisang. Ia tanam kurma, beternak kambing, budidaya jamur, piara lebah. Laboratoriumnya di Jonggol berupa kebun berisi rupa-rupa tanaman yang ada dalam Quran. Di tengah kesibukannya melayani undangan berbagai negara, ia menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga penelitian, termasuk ITB dan The Abdus Salam International Centre for Theoretical Physics (ICTP) di Italia.
“Quran menjawab tantangan hari ini maupun masa depan,” katanya. Kerjasama dengan ICTP dilakukan untuk mengaplikasikan petunjuk dalam Quran. Ia sedang mendalami pengembangan IoT (Internet of Things) untuk menemukan teknologi baru pengolahan lahan, perikanan, dan peternakan. Mendahului langkah ustadz Adi, Mas Muhaimin sudah merekrut para mahasiswa genius yang menjuarai lomba-lomba sains.
Jadi, kajian ahad kemarin baru langkah awal. Besar harapan saya Salman ITB segera memfasilitasi terjadinya kolaborasi Ustadz Adi, Mas Muhaimin, dan orang-orang hebat lainnya yang Allah berikan kefahaman Quran. Sudah saatnya kajian sains disemarakkan. InsyaAllah aman dari penggerudukkan.**
Bagikan Postingan Ini!

About the Author : marchiana


0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasi.

Artikel Terkait

  TOP